Sejarah Singkat Tempo


Potret Tempo Dari Masa ke Masa. Sumber: Korporat Tempo

PT. Tempo Inti Media Tbk adalah salah satu perusahaan pers atau perusahaan media di Indonesia dengan nama yang melekat di masyarakat yakni ‘Tempo’. Tempo hadir pertama kali tahun 1971 silam dalam bentuk majalah berita mingguan. Mengapa disebut dengan ‘Tempo’? Menurut Goenawan Mohamad –pada saat itu pemimpin redaksi Majalah Tempo- kata ini mudah diucapkan, terutama oleh para pengecer. Cocok  pula dengan sifat sebuah  media berkala yang jarak terbitnya longgar, yakni mingguan. Mungkin juga karena dekat dengan nama majalah berita terbitan Amerika Serikat, Time -sekaligus sambil berolok-olok- yang sudah terkenal.

Majalah Tempo terbit pertama kali pada 6 Maret 1971. Majalah yang diterbitkan PT. Grafiti Pers ini dibangun diantaranya oleh: Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Harjoko Trisnadi, Lukman Setiawan, dan Christianto Wibisono. Pada 31 Maret 1979, divisi percetakan Tempo berdiri dengan nama Temprint.

Pada tahun 1982, untuk pertama kalinya Tempo dibredel. Tempo dianggap terlalu tajam mengkritik rezim Orde Baru dan kendaraan politiknya, Golkar. Saat itu tengah dilangsungkan kampanye dan prosesi Pemilihan Umum. Tapi akhirnya Tempo diperbolehkan terbit kembali setelah menandatangani semacam ‘janji’ di atas kertas segel dengan Ali Moertopo, Menteri Penerangan saat itu (zaman Soeharto ada Departemen Penerangan yang fungsinya, antara lain mengontrol pers).

Pada 1985, kantor Tempo pindah dari kawasan Proyek Senen ke Kuningan. Tahun yang sama, Tempo mendirikan Pusat Data dan Analisis Tempo (PDAT).

Makin sempurna mekanisme internal keredaksian Tempo, makin mengental semangat jurnalisme investigasinya. Maka makin tajam pula daya kritik Tempo terhadap pemerintahan Soeharto yang sudah sedemikian melumut. Puncaknya, pada 21 Juni 1994. Untuk kedua kalinya Tempo dibredel oleh pemerintah, melalui Menteri Penerangan Harmoko. Tempo dinilai terlalu keras mengkritik Habibie dan Soeharto ihwal pembelian kapal kapal bekas dari Jerman Timur.

Pada 6 Maret 1996, Tempo meluncurkan portal berita pertama di Indonesia yakni Tempo Interaktif dengan alamat web: www.tempointeraktif.com. Portal berita ini merupakan upaya Tempo untuk tetap menghadirkan berita-berita terbaru, selama majalah Tempo dilarang terbit. Kini portal berita itu menjadi www.tempo.co (pada 2001. Pada 2008 reborn dengan wajah baru dan sajian berita yang berkualitas).

Selepas Soeharto lengser pada Mei 1998, mereka yang pernah bekerja di Tempo -dan tercerai berai akibat bredel- berembuk ulang. Mereka bicara ihwal perlu-tidaknya majalah Tempo terbit kembali. Hasilnya, Tempo harus terbit kembali. Maka, sejak 12 Oktober 1998, majalah Tempo hadir kembali.

Pada tahun 2000, Tempo menerbitkan majalah Tempo edisi bahasa Inggris. Saat ini Tempo English, yang diterbitkan untuk mengisi bacaan para ekspatriat dan pasar global, semakin solid. Komposisi isinya untuk bagian terbesar memang masih berasal dari majalah Tempo. Selebihnya digarap langsung oleh reporter dan koresponden Tempo English dan kerja sama dengan penulis tak tetap dari dalam dan luar negeri juga tetap dijaga.

Pada 1 Januari 2001, PT. Arsa Raya Perdana melakukan IPO (Initial Pubrlic Offering) penawaran saham perdana kepada masyarakat lewat Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini memberi kesempatan pada publik untuk dapat memiliki saham Tempo, sekaligus mendapatkan modal kerja untuk pengembangan usaha bagi perusahaan Tempo. PT Arsa Raya Perdana pun mengubah namanya menjadi PT Tempo Inti Media Tbk. (Perseroan) sebagai penerbit majalah Tempo -yang baru-. Dana dari hasil go public dipakai untuk menerbitkan Koran Tempo yang berkompetisi di media harian.

Dari aksi korporat tersebut, kemudian terjadi perubahan kepemilikan saham perusahaan dan perubahan nama perseroan. Komposisi pemegang sahamnya adalah sebagai berikut: PT.Grafiti Pers memiliki 21,02%, PT. Jaya Raya Utama (16,28%), Yayasan Jaya Raya (8,54%), Yayasan 21 Juni 1994 (24,83%), Yayasan Karyawan Tempo (12,09%) dan masyarakat 17,24%.

Pada 2 April 2001, terbit edisi perdana Koran Tempo, harian yang memfokuskan pada pemberitaan politik dan ekonomi. Koran Tempo terus memperbaiki desain agar senantiasa menarik perhatian pembaca. Kualitas penulisan juga terus ditingkatkan. Upaya ini membuahkan penghargaan dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Koran Tempo berhasil meraih penghargaan sebagai koran berbahasa Indonesia terbaik selama empat tahun berturut-turut, mulai 2007 hingga 2010. Dua bulan sebelumnya, Tempo mendirikan pusat pemberitaan Tempo News Room (TNR).

Missouri School of Jounalism menganugerahkan medali kehormatan untuk majalah Tempo atas pengabdian di bidang jurnalistik pada 10 Oktober 2004.

Pada 2009, terbit Koran Tempo edisi Makassar, sebagai pengembangan pasar Indonesia timur dengan menambahkan muatan berita lokal. Pada tahun ini juga edisi perdana majalah Travelounge, majalah khusus pariwisata diterbitkan bekerjasama dengan PT. Angkasa Pura.

Pada 2011, terbit Majalah Komunika, majalah bulanan intelektual muda, yang dikelola bersama Universitas Terbuka. Pada tahun yang sama Tempo meluncurkan Tempo TV bekerja sama dengan kantor berita radio KBR 68H. Selain itu, PDAT semakin diperkuat dengan sediaan data teks, foto, infografis dan video guna mendukung produk-produk grup, maupun kebutuhan pihak luar.

Pada November 2011, kantor Tempo Proklamasi dijual dan redaksi majalah bergabung dengan koran di Kebayoran Baru.

Pada rentan 2012-2013, Tempo menerbitkan beberapa media baru antara lain: majalah HOG (Harley Davidson Owner Group), untuk komunitas pecinta Harley Davidson dan majalah AHA, majalah ilmu pengetahuan dan teknologi untuk anak-anak. Pada tahun ini juga majalah Tempo memiliki wujud digital di Apple Store.

Di awal 2013, lahir pula PT. Tempo Inti Media Impresario (PT. TIMI), sebuah perusahaan yang mengelola kegiatan-kegiatan (event) yang diselenggarakan atas kerjasama antara Tempo dengan pihak luar. Meskipun sebetulnya event semacam itu sudah sering diselenggarakan Tempo Media Group dalam bendera penyelenggara yang berbeda.          

Pada 2015, Tempo meluncurkan Tempo Channel yang bermuatan berbagai video yang informatif, menghibur, dan mencerahkan. Tayangan video disajikan dalam pengemasan dan teteap menjaga independensi Tempo. Bulan Maret 2015, Tempo memasuki hari jadi yang ke-44 tahun. Di usia yang ke-44 seluruh kantor Tempo dipindahkan ke dalam satu gedung yakni Gedung Tempo di Palmerah Barat. 

Saat ini, produk-produk Tempo terus muncul dan memperkaya industri informasi korporat dari berbagai bidang, yaitu penerbitan (Majalah Tempo, Koran Tempo, Koran Tempo Makassar, Tempo English, Travelounge, Komunika, dan Aha! Aku Tahu), digital (Tempo.co, PDAT), percetakan (Temprint), penyiaran (Tempo TV dan Tempo Channel), industri kreatif (Matair Rumah Kreatif), event organizer (Impressario dan Tempo Komunitas), perdagangan (Temprint Inti Niaga), dan building management (Temprint Graha Delapan).

Artikel ditulis oleh Reza Syahputra.
Sumber Korporat Tempo.
Share on Google Plus

About Reza Syahputra

Kerani diambil dari Kamus Bahasa Melayu yang artinya Juru Tulis. Sedangkan 'X' merupakan tanda yang identik dengan "Unknown".
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar